oleh

Riko: Ngawur Itu, Penetapan APBD 2020 Disahkan Tahun 2019 Lalu

PADEK MUKOMUKO – Pada debat pamungkas Cabup – Cawabup Mukomuko Rabu malam (25/11), masyarakat banyak menyorot kejanggalan jawaban dari Cabup paslon 01, Chairul Huda. Pada debat sesi ke 4, Paslon 02 Sapuan menanyakan kepada Huda tentang tenaga TKS kesehatan dan pendidik, dan menyinggung masalah rendahnya APBD Kabupaten mukomuuko akibat kurang nya kepiawaian beliau mengelola keuangan daerah.

Diketahui APBD Kabupaten Mukomuko selalu menurun tiap tahunnya dikarenakan banyaknya anggaran yang Silpa.

“Kita semua tau, seluruh dunia lagi anjlok karena adanya pandemi covid ini. saya mau meluruskan juga kenapa APBD kita melorot. Ditengah Covid kita ini kan semua bangsa ini tingkat ekonomi nya lagi melorot, di pusat juga pajak nya berkurang, jadi wajar itu jika ada penurunan APBD,” jawab Huda Paslon 01.

Bermacam reaksi masyarakat menanggapi jawaban paslon 01 ini. Salah satu nya salah seorang tokoh pemuda dan aktivis, yang juga merupakan ketua relawan #2020TukaBupatiMukomuko, Riko Putra, S.Ip. Dirinya beranggapan jawaban yang dilontarkan paslon 01 itu jawaban ngawur.

“Itu jawaban yang sangat ngawur, lain pertanyaan lain yang di jawab. Pak Sapuan kan jelas menanyakan masalah APBD Mukomuko yang selalu menurun tiap tahun nya akibat Silpa. Jawabnya malah APBD menurun akibat Covid. Pengesahan APBD untuk tahun 2020 ini ketok palu di bulan 11 tahun 2019. Sementara Covid 19 mulai masuk di Provinsi Bengkulu sekitar bulan Februari atau Maret 2020. ngawur kabeh,….mungkin yang beliau maksud PAD, bukan APBD,” imbuh Riko.

Sementara itu jalan nya debat yang di selenggarakan KPU bersama RBTV ini lebih di dominan oleh paslon 02. Terlihat dari awal debat dimulai paslon 02 terus menyerang paslon 01. (PM3)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya