oleh

APA YANG MUNGKIN TERJADI SETELAH PANDEMI

Oleh: Biiznillah

Covid-19 secara mendadak menjadi bagian dari kehidupan manusia yang pengaruhi struktur ekonomi, budaya dan perubahan sosial. Inilah fakta yang paling kasat mata yang dapat disaksikan oleh setiap manusia dari segala jenjang sosial. Tepat ketika pemerintah Indonesia mengumumkan Covid-19 sebagai bencana Nasional, maka dampak-dampak yang mengikutinya serentak terjadi. kelesuan ekonomi, perubahan interaksi sosial dan tentu saja budaya masyarakat.

Sebagai  Virus yang dapat dengan mudah  menyebar secara masif diantara manusia, maka perlu suatu aturan baku untuk membatasinya. Protokol kesehatan menjadi satu-satunya jalan keluar jangka pendek yang paling sesuai untuk mengatasi penyebaran ini. Protokol kesehatan ini bertujuan untuk memendekkan laju ekspansi penyebaran virus dengan merenggangkan jarak interaksi sosial antar individu dalam masyarakat.

Pembatasan  ini berimbas pada memendeknya laju interaksi masyarakat secara ekonomi, politik, dan budaya. Apakah dengan metode Lock Down ataupun pembatasan sosial berskala besar, perubahan besar terjadi dalam masyarakat hanya dalam beberapa hari saja dan tentu saja berimbas hingga beberapa waktu setelahnya.

Sepertinya menarik untuk memprediksikan apa yang akan terjadi setelah pandemi ini. Secara umum, pada masa-masa pandemi ini kita menyaksikan fenomena digitalisasi interaksi sosial yang masif dengan banyak media daring. Proses transaksi secara online secara estimatif menjadi pilihan yang paling logis. Model-model interaksi sosial pada masa pandemi ini memang benar-benar bergantung pada sirkuit-sirkuit digital yang menghubungakan individu-individu yang berjarak dalam suatu komunikasi intens.

Seluruh kegiatan hampir terintegrasi secara mendadak dan masal dalam model daring. Mulai dari sekolah, belanja kebutuhan pokok, ceramah agama, meditasi, seminar, rapat mentri bahkan reuni. Jadi mungkin saja prilaku ini akan sangat sulit untuk mengalami pembalikan.

Proses ekonomi yang tadinya membutuhkan ruang yang luas, tiba-tiba menciut dalam tombol-tombol dan Top-up. Seluruh informasi yang bersifat sensitif tiba-tiba tersentralisasi dalam kolom-kolom informasi media sosial. Tepat ketika anda membuka media sosial, maka halaman infografis Covid-19 telah tersedia untuk di “klik”.

Jadi setidaknya ada tiga fenomena yang muncul mendadak dalam pandemi ini, yaitu Digitalisasi, Virtualisasi Ekonomi, dan Sentralisasi Informasi.  Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan mungkin saja akan terjadi gejala  Sentralisasi sosial kedalam sebuah sistem virtual global yang lambat laun memaksa setiap individu untuk terlibat secara ekonomi, sosial, politik dan budaya di dalamnya.

Hal ini mungkin saja dikemudian melahirkan dorongan anarkhia, barbarisme dan pemberontakan pada lingkaran sosial yang menginginkan keseimbangan. Kita tidak benar-benar tau apa yang akan terjadi. tapi poin-poin di atas, mungkin saja akan terjadi. Penulis adalah Direktur Utama padekmedia.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya