oleh

PJJ, Guru dan Orang Tua Sulit Awasi Siswa

Padekmedia.com, Pendidikan. Situasi pandemi Covid-19 dan kebijakan Adabtasi Kebiasaan Baru (AKB) yang telah ditetapkan pemerintah berdampak secara langsung terhadap proses pendidikan pada semua tingkatan.

Sejak dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021 pada tanggal 13 Juli 2020, proses pembelajaran di beberapa daerah dilakukan secara daring dan luring dengan model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun hal ini dinilai masih memiliki kekurangan, di antaranya guru tidak bisa langsung mengawasi perkembangan mental dan kepribadian siswa.

Selain itu, persoalan lainnya adalah dari sisi orang tua yang mulai beraktifitas pada masa new normal, dimana anak-anak mereka belajar dirumah, sementara orang tua harus bekerja.

Menurut salah seorang guru tingkat menengah pertama Kota Bengkulu, Eni menuturkan, sebagai guru sebenarnya tidak merasa kesulitan dengan pendidikan gaya baru di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini dipertegasnya bahwa di sekolah tempat ia mengajar telah menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai sosialisasi pembelajaran berbasis Belajar Dari Rumah (BDR).

“Pada dasarnya PJJ atau BDR tidak terlalu sulit bagi guru dan murid. Karena sama saja menyampaikan materi ajar sesuai kurikulum,” kata Eni kepada Padek Media (17/07).

Hanya saja, dengan sistem PJJ guru lebih sulit mengontrol kepribadian murid. Menurutnya siswa sekolah, jadi lebih cuek terhadap guru dan pelajaran yang di ajar. Belum lagi masalah kerapihan dan kepribadian siswa yang tidak dikontrol langsung oleh guru sekolah.

“Dalam PJJ tidak ada pengawasan langsung dari guru, sehingga siswa cukup bebas dalam hal kerapihan dan kepribadian,” tukas Eni.

Sementara salah satu pelajar kelas V SD di Kota Bengkulu, Raka mengatakan, sudah rindu ingin belajar dikelas dan sekolah. Dia berharap Pandemi Covid-19 agar segera berakhir, sehingga dirinya bisa kembali ke sekolah. (pm/00-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya